Halaman

    Social Items

Pantai Kesirat Gunung Kidul Yogyakarta. Berwisata ke Gunung Kidul adalah salah satu cara untuk menikmati berbagai wisata pantai. Pantai-pantai indah dengan pesona yang menakjubkan berderet bersebelahan saling mengundang. Pantai Kesirat adalah salah satu pantai yang berbeda dari deretan pantai di Gunung Kidul yang menawarkan keindahan senja yang sangat memikat. 
Senja Pantai Kesirat
Pantai Kesirat adalah pantai bertipe tebing karang. Tebing yang curam langsung berbatasan dengan laut yang dalam. Berbeda dengan pantai berpasir putih di jajaran Gunung Kidul, tidak ada pasir putih atau pemandangan buih ombak di Pantai Kesirat. Yang terdengar hanyalah suara ombak khas pantai selatan yang menghantam bukit karang.

Hal seperti berenang, bermain air dan pasir tidak akan ada di Pantai Kesirat. keistimewaan tempat ini adalah menyaksikan sunset dari atas tebing. Camping adalah solusi terbaik untuk menikmati pesona menawan Pantai Sirat. Matahari yang terbenam di Barat bisa disaksikan di atas rumput, tanpa terhalang bangunan apapun di belakang air laut dalam yang bergelombang. Sebuah pohon yang berdiri di ujung tebing menambah suasana eksotis ketika matahari terbenam. 
Padang Rumput Atas Tebing
Camping di Pantai Kesirat tidak berakhir selepas senja. Padang rumput yang langsung mengahadap ke laut lepas cocok untuk lokasi camp. Gelapnya pantai akan tergantikan dengan pemandangan milky way di langit.

Lokasi

Pantai Kesirat berada di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Gunung Kidul, Yogyakarta. 

Akses

Ada 2 jalur yang bisa digunakan untuk menuju Pantai Kesirat :
  1. Melewati Jalan Raya Wonosari
  2. Lewat Jalur Imogiri - Panggang dilanjutkan Jalan Raya Panggang - Saptosari. Sebelum persimpangan teakhir menuju Pantai Gesing, ada penunjuk jalan menuju Pantai Kesirat.

Akses jalan yang dilalui cukup berliku dan sulit. Selain itu harus berjalan kaki ke jalur setapak untuk mencapai lokasi tebing.

Fasilitas

Ada warung kecil-kecilan yang berada di dekat lokasi yang masih minim fasilitas ini. Karena letaknya cukup tersembunyi dan susah, fasilitas di area Pantai Kesirat hanya seadanya.

Pantai Kesirat - Pikatan Senja Ufuk Barat

Pantai Ratenggaro. Nusa Tenggara identik dengan adat budaya yang masih kental. Selain wisata yang begitu menarik minat wisatawan dalam dan luar negeri, berbagai wisata alam ada di Nusa Tenggara, salah satunya adalah Pantai Ratenggaro. Pantai Ratenggaro memang belum cukup popular di kalangan wisatawan. Namun penggemar sejarah tentu tertarik berkunjung dengan adanya kubur-kubur batu tua jaman Megalitikum di Pantai Ratenggaro Nusa Tenggara Timur ini.
Ratenggaro
Berwisata ke Pantai Ratenggaro, akan disuguhi wisata alam dan juga budaya. Pantai ini jarang tersentuh oleh wisatawan sehingga masih sangat tampak alami. Pantai Ratenggaro merupakan pertemuan muara sungai dengan laut. Pantai yang bersih,  tenang dan dikelilingi laut biru nan asri dan akan membuat suasana nyaman ketika mengunjungi pantai ini.

Suasana pantai yang menawan akan terasa magis dengan adanya kubur batu megalitik yang berjajar di sisi pantai dengan padang rumput yang indah. Jejeran kampung adat suku Kodi yang unik dengan atap menjulang hingga 15 meter yang nampak, akan membawa wisatawan serasa kembali ke masa silam. Selain menikmati keindahan alam, wisatawan bisa mempelajari sejarah, adat dan budaya Ratenggaro.  
 
Kubur Batu Megalitikum
Ratenggaro adalah nama sebuah kampung adat yang telah lenyap dan menyisakan kubur-kubur batu. Lokasi ini terkenal karena ditemukannya 304 kubur batu dengan 3 diantaranya yang unik. 3 kubur batu itu adalah kubur batu leluhur yang dulunya berukuran raksasa dan diseret dari kampung ke pantai melewati teluk yang dalam. Akibat abrasi, kampung adat Ratenggaro kini sudah dipindahkan di puncak dinding tebing di lengkungan muara Sungai Waiha. Meski kampungnya telah lenyap, Kawasan pantai Ratenggaro tetap meninggalkan daya magis dan menjadi wisata sejarah yang unik.
Perkampungan Adat dari Pantai

Lokasi

Pantai Ratenggaro berada di Desa Ratenggaro, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Berada sekitar 35 kilometer barat daya Tambolaka.

Akses

Dari pusat Kota Tambolaka bisa menggunakan jasa travel atau angkutan umum. Bus beroperasi setiap hari dan pilihlah bus dengan jalur Tambaloka – Kodi. Berhentilah di Bondo Kodi dan lanjutkan dengan ojek menuju ke Lokasi.

Fasilitas

Belum ada fasilitas yang bisa digunakan. Jika ingin menginap lebih baik di  Tambaloka saja. Sebaiknya membawa bekal sebelum berkunjung ke pantai ini karena sulitnya makanan saat berada di lokasi.

Pantai Ratenggaro - Nuansa Alam Mistis Peninggalan Jaman Megalitikum

Pulau Alor Nusa Tenggara Timur. Pulau Alor menyembunyikan sederet keindahan yang sangat terkenal di wisatawan mancanegara. Namanya yang pendek dan berada di ujung timur Flores dan berbatasan dengan negara Timor Leste, Pulau Alor memiliki surga bawah laut yang sangat mengagumkan sehingga ada yang menyebut Pulau Alor adalah taman laut kelas dunia dan juga terbaik setelah Kepulauan Karibia.

Ada 20 pulau dan 17 kecamatan di Kepulauan Alor. Dari 20 pulau, ada 9 pulau berpenghuni dan 11 pulau tidak berpenghuni. Pulau yang terindah adalah Pulau Alor yang menyajikan beragam wisata alam serta budaya yang menarik.
Bawah Laut Pulau Alor
Selain keindahan alam yang ada di daratan, Pulau Alor memiliki keindahan bawah laut yang eksotis. Biota laut seperti ikan-ikan langka, karang dan tumbuhan laut yang beragam akan memberikan sensasi mengagumkan bagi para penyelam.

Ada 18 titik penyelaman yang disebut “Baruna’s Dive Site at Alor” yang bisa dinikmati di Pulau Alor yaitu Baruna’s Point, Never-never wall, cave point, barrel sponge wall, Mola-mola point, Night Snacks, Alor dreaming, Rocky point, Tuna channel, Anemone Country, Sharks Reeway, Octopus Garden, Captain’s Choice dan The Refrigerator . Titik-titik point tersebut menyajikan keunikan tersendiri di bawah laut Pulau Alor.
Spot Pulau Alor

Selain surga bawah laut, pulau Alor menyajikan wisata lain bagi para petualang. Pecinta hiking bisa mencoba mendaki Gunung Koya-koya di Pulau Alor. Selain itu ada beberapa pantai, taman wisata Tuti Adagae dan juga Hutan Nostalgia. Wisatawan yang menanam pohon di hutan Nostalgia akan dikenang sepanjang masa karena nama dan alamatnya akan diabadikan pada pohon yang ditanam. Ini merupakan sebuah tanda jika anda pernah berkunjung ke Pulau Alor.

Selain alam bawah laut, menjelajahi budaya di Pulau Alor sangat menarik. Budaya unik masyarakat yang sebagian dihuni etnis sub-flores juga ada di Pulau Alor, seperti Pakaian Ka – yaitu pakaian yang dihasilkan dari kulit kayu. Pulau Alor juga disebut Pulau Seribu Moko, yaitu gendang perunggu kecil dari budaya Dong Son Vietnam. Dalam segi agama, Pulau Alor juga menyimpan Al Qur’an tertua yang berusia lebih dari 800 tahun dan merupakan Al Quran tertua yang pernah ditemukan di Asia Tenggara. Desa-desa adat sangat menarik untuk dikunjungi untuk bisa melihat tenun ikat, rumah tradisional maupun upacara adat.
Sunset Pulau Alor

Lokasi Pulau Alor

Pulau Alor berada di Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Berjarak sekitar 260 kilometer dari Kupang, 360 km dari Ende.

Akses

Untuk menuju ke Pulau Alor bisa melalui udara dan laut :
  1. Transportasi Udara : Dari Jakart/ Surabaya – Kupang. Dari Kupang ada 2 jadwal penerbangan 2 maskapai yaitu Trans Nusa di siang hari dan Merpati di pagi hari untuk menuju ke Bandara Mali,  Pulau Alor.
  2. Trasportasi Laut : Dari Kupang, ada kapal ferry yang berangkat 2 kali seminggu sampai ke Kalibahi, Pulau Alor. Pelayaran akan melewati kaut Sawu dan tentunya akan memakan waktu lebih lama.


Fasilitas

Pulau Alor sudah memiliki fasilitas yang memadai mulai dari angkutan, transportasi, pasar, pertokoan, perbankan, komunikasi dan bangunan pemerintahan. Hampir sebagian jalan di Pulau Alor sudah diaspal dan sisanya berupa jalan tanah. Di Kalabahi yang merupakan ibukota Kabupaten Alor, adalah pusat dari semua fasilitas dan akomodasi. Tentunya hal ini akan menambah daya tarik wisatawan untuk berwisata ke Pulau Alor.


Pulau Alor - Pesona Taman Laut Kelas Dunia

Pulau Komodo mempunyai daya tarik yang luar biasa dengan kehadiran satwa Komodo yang merupakan kadal terbesar di dunia.  Selain menjadi tempat yang dilindungi, pulau ini tidak pernah sepi dari wisatawan mancanegara maupun dalam negeri untuk melihat "dinosaurus terakhir di bumi" di Pulau yang sudah diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Komodo
Taman Nasional Komodo merupakan sebuah pulau tempat habitat asli komodo yang mulai punah untuk berkembang biak dan hewan ini telah ada di pulau tersebut kurang lebih 40 juta tahun.

Pulau Komodo memiliki luas 1.817 meter persegi. Di pulau terdapat sekitar 1.300 ekor komodo (2009), 2.500 ekor di Pulau Rinca dan Gili Montang, serta sekitar 100 ekor di Cagar Alam Wae Wuul.
Pulau Komodo
Selama berkeliling Pulau Komodo, wisatawan akan ditemani pawang untuk memandu melihat komodo. Pawang ini disebut "jagawana" yang akan menjelaskan beberapa tips untuk berkeliling Pulau Komodo. Untuk menuju ke lokasi habitat Komodo, wisatawan harus mendaki ke Gunung Ara selama 3-4 jam. Harus diperhatikan untuk wanita yang sedang mnestruasi untuk melapor pada pemandu karena komodo memiliki indra penciuman yang tajam dengan darah.

Meski bernama Komodo, Pulau Komodo tidak semata-mata hanya menampilkan Komodo saja. Daya tarik lain Pulau Komodo bisa juga dinikmati, seperti keindahan savana, hiking di perbukitan, camping,dan juga wisata bahari lain seperti snorkelingdiving, kano, dan sebagainya. Keindahan perbukitan Pulau Komodo sangat memanjakan mata dan bisa menjadi kunjungan tak terlupakan.
Perbukitan Pulau Komodo

Ada berbagai wisata menarik di Pulau Komodo yang bisa dikunjungi, yaitu :
  1. Loh Liang di Pulau Komodo : Pantai ini adalah pintu masuk wisata Pulau Komodo. Di pantai ini wisatawan bisa snorkeling, diving maupun berjemur. 
  2. Loh Liang di Pulau Rinca : Disini wisatawan bisa melihat habitat hewan liar selain komodo sepertirusa, kerbau, kuda dan berbagai jenis burung.
  3. Pulau Padar : Pulau yang ada di antara Pulau Komodo dan Pulau Rinca adalah tempat yang sangat menawan untuk diving dan snorkelingdengan 42 spot yang bisa dipilih.

Taman Nasional Komodo dirikan pada tahun 1980 untuk menjaga kelestarian komodo dan juga flora-fauna lain yang ada di sana termasuk binatang di laut.
Pesona Bawah Laut Pulau Komodo

Lokasi

Pulau Komodo masuk di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai BArat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Berada di sebelah barat Pulau Sumbawa.

Akses

Menuju Pulau Komodo bisa ditempuh melalui jalur darat, laut dan udara dengan point akhir tujuan Labuan Bajo :
  1. Jalur Laut : Dari Denpasar, Bali, perjalanan bisa ditempuh dengan menggunakan kapal Ferry yang menuju Labuan Bajo
  2. Jalur Darat : Dari Bali bisa naik bus menuju ke Labuan Bajo
  3. Jalur Udara : Pesawat dengan tujuan Labuan Bajo
Setelah di Labuan Bajo, akan ada kapal yang mengantar ke Pulau Komodo.

Fasilitas

Di Loh Liang sudah terdapat pondok wisata, pusat informasi, cafetaria, dermaga, shelter. Di Pulau Rinca sudah terdapat pondok wisata, cafe dan shelter.

Pulau Komodo - Pesona Habitat Dinosaurus Terakhir di Bumi