Halaman

    Social Items

Pantai Sekongkang Sumbawa. Letak Pulau Sumbawa yang strategis selalu menghasilkan wisata alam yang luar biasa. Surga tersembunyi Sumbawa. Itulah ungkapan yang cocok untuk menggambarkan sekilas tentang Pantai Sekongkang.  Meski berada tersembunyi di sudut barat daya Sumbawa, tidak menyurutkan niat para wisatawan untuk mengunjungi Pantai Sekongkang, khususnya penggemar surfing. Bisa jadi wisatawan mencanegara lebih mengenal Pantai Sekongkang daripada wisatawan domestik dan salah satu penyebabnya adalah si 'Ombak Yoyo'.
Pantai Sekongkang
Pantai Sengkongkang berada di Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kebupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat. Berada sekitar 37 kilometer dari Taliwang, 55 kilometer dari Pelabuhan Poto Nano dan 3 kilometer dari Pantai Rantung.

Transportasi umum ke Pantai Sekongkang masih minim dan nyaris tidak ada. Pantai yang belum terlalu dikenal wisatawan ini bisa dicapai dengan beberapa cara. Berikut adalah cara menuju Pantai Sekongkang :
  1. Dari Terminal Mandalika bisa menggunakan bus Damri jurusan Mataram - Sekongkang.
  2. Menggunakan jasa penyewaan mobil.
  3. Menggunakan kendaraan pribadi. 
Dari Pelabuhan Poto Nano, perjalanan ke Pantai Sekongkang membutuhkan waktu sekitar empat jam. Jalur yang berkelok-kelok, naik-turun dan kontur tidak datar akan membuat perjalanan semakin panjang dan melelahkan. Namun, panorama Pantai Sekongkang akan membayar semua perjuangan anda.

Karakteristik Pantai Sekongkang tidak berbeda dengan Pantai Rantung, yaitu masih tampak sepi, alami dan dihiasi ombak yang aduhai. Ombak khas Pantai Sekongkang yang dijuluki 'Ombak Yoyo' inilah salah satu nilai plus Pantai Sekongkang. Ombak menantang dengan gerakan naik-turun disebut-sebut sebagai salah satu ombak terbaik di dunia. Tak heran jika daya tarik si 'Ombak Yoyo' telah mengundang pecinta surfing dari belahan dunia untuk mencoba sensasinya.
Ombak Pantai Sekongkang
Tidak hanya 'Ombak Yoyo' yang bisa memuaskan para surfer, pesona alam Pantai Sekongkang juga akan memuaskan para traveler. Hamparan pasir putih memanjang berbatasan air laut biru jernih yang dikelilingi perbukitan hijau, membuat pantai ini terlihat sangat cantik. Menikmati suasana pantai dengan berjalan-jalan di pesisir pantai juga cukup menarik. Namun, jangan lupa gunakan pelindung kepala untuk menghindari terbakar matahari. 
Sekitar 100 meter ke arah laut,  ada batuan karang dangkal yang bisa dilewati untuk menikmati gulungan ombak dari dekat, tapi disarankan untuk berhati-hati karena jalan lumayan licin.

Menikmati panorama pantai tidak sempurna bila tidak merasakan nuansa sunset. Sunset adalah momen romantis yang bisa dinikmati di Pantai Sekongkang. Tidak perlu kawatir mencari penginapan, karena di kawaasn pantai sudah dibangun hotel maupun cottage yang akan membuat liburan anda di Pantai Sekongkang lebih memuaskan. Anda tentu tidak ingin menikmati pantai yang aksesnya penuh perjuangan, hanya dalam satu hari saja bukan ?

Pantai Sekongkang - Panorama Surga Tersembunyi Sumbawa

Pelabuhan Poto Nano Sumbawa. Bagi travelers yang sering berwisata ke Indonesia timur, tepatnya Sumbawa, tentu sangat mengenal Poto Nano, nama pelabuhan di Sumbawa. Poto Nano bukan hanya terkenal sebagai pintu gerbang wisata di Sumbawa. Poto Nano dikenal memiliki pemandangan menawan, sehingga julukan 'pelabuhan terindah di Indonesia'pun melekat pada Pelabuhan Poto Nano. Para travelers' tentu tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk menikmati 'halaman' menawan Pulau Sumbawa sebelum benar-benar masuk dan menjelajahi wisata di dalamnya.
Pelabuhan Poto Nano
Pelabuhan Poto Nano berada di Desa Poto Nano, Sumbawa, Indonesia. Poto Nano dipisahkan oleh Selat Alas dari Pulau Lombok dan membutuhkan sekitar 2-3 jam perjalanan dari Pelabuhan Kahyangan Lombok ke Pelabuhan Poto Nano Sumbawa. Lalu apa yang menarik dari Pelabuhan Poto Nano ?

Pelabuhan Poto Nano menjadi pintu gerbang tujuan wisata ke pulau-pulau di sekitar Sumbawa, seperti Pulau Kenawa dan Bajo Pulo. Sampai di Poto Nano, sampai juga'lah wisatawan disambut dengan tulisan "Sabalong Samalewa" (Membangun secara serasi dan seimbang antara pembangunan fisik dan mental spiritual). Semakin banyaknya wisatawan yang mengunjungi Sumbawa, armada kapal di Pelabuhan Poto Nano sudah ditambah sejak tahun 2012. Bertambahnya armada kapal wisata tentu tidak menjadi alasan untuk tidak menikmati Poto Nano sebentar saja.

Dikenal sebagai pelabuhan terindah di Indonesia memang cocok disandang Pelabuhan Poto Nano. Air laut yang jernih, perbukitan di sekitar pantai, pulau-pulau kecil di sekitarnya dan pasir putih yang khas akan menyihir siapapun yang menjejakkan kaki di Pelabuhan Poto Nano. Bentang alam yang luar biasa indahnya menyatu dengan cakrawala yang sangat mempesona. Menikmati panorama Pelabuhan Poto Nano bisa menjadi sebuah injury time bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Sumbawa.
Poto Nano Dari Atas Bukit

Pelabuhan yang biasanya terkesan padat dan kumuh, mungkin tidak akan nampak di Pelabuhan Poto Nano. Kawasan yang sederhana dan bersih membuat siapapun jatuh cinta pada pandangan pertama, apalagi dengan landscape yang menawan. Hm... ini masih pintu gerbang Sumbawa.

Dua dermaga di Pelabuhan Poto Nano beroperasi setiap hari selama 24 jam dengan keberangkatan satu jam sekali. Nah, tidak selamanya 'menunggu' menjadi hal yang membosankan. Menunggu jadwal keberangkatan kapal di Poto Nano sebelum meng explore Sumbawa akan menjadi kegiatan wisata baru yang bisa dilakukan. Ya... pemandangan alam yang menakjubkan akan sangat menarik bagi photografer. Hunting di beberapa lokasi untuk mencari spot foto terbaik sangat dianjurkan. Masih kurang puas di Poto nano ? atau ingin berkeliling di pulau-pulau sekitar Sumbawa?, beberapa penginapan tersedia di sekitar pelabuhan untuk memuaskan liburan wisatawan menikmati panorama wisata Sumbawa.

Panorama Poto Nano - Jantung Tujuan Wisata Sumbawa

Bajo Pulo Sumbawa. Tak salah jika Indonesia disebut sebagai negara kepulauan. Selain lima pulau besar, gugusan pulau-pulau kecil senantiasa menghiasi perairan Indonesia. Terdapat berbagai pulau di Nusa Tenggara Barat yang mampu membuat wisatawan terkagum dengan pesonanya, bahkan beberapa pulau kecil nan indah itu sudah terkenal hingga mancanegara seperti Gili Trawangan, Pulau Moyo, Pulau Satonda dan lain sebagainya. Bajo Pulo merupakan sebuah pulau wisata yang masih sangat alami dan patut disandingkan dengan pulau-pulau terkenal di Nusa Tenggara Barat lainnya.
Bajo Pulo
Bajo Pulo berada di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Berjarak sekitar 45 kilometer sebelah timur kota Bima. Sudah ada beberapa transportasi yang bisa digunakan untuk sampai ke Bajo Pulo dan itu tergolong mudah. 

Rute ke Bajo Pulo bisa ditempuh dari Kota Bima menuju ke terminal bus lokal dan menaiki bus tujuan Pelabuhan Sape yang memakan waktu sekitar 2,5 jam. Setelah di Pelabuhan Sape, carilah perahu nelayan yang akan mengantar ke Bajo Pulo dengan lama perjalanan sekitar 15 menit. 

Tempat wisata Bajo Pulo dihuni oleh penduduk mayoritas suku Bajo dan suku Bima yang berpencaharian sebagai nelayan dan jasa pengantaran kapal ke pulau-pulau di sekitarnya. Oleh karena itu, kegiatan nelayan seperti budidaya rumput laut, memelihara ikan dalam keramba di tengah laut dan kegiatan melaut bisa disaksikan secara langsung.

Pantai Bajo Pulo ada di bagian selatan dimana pasir putih panjangnya nya dibatasi barisan pepohonan hutan kelapa yang menambah kesejukan di area wisata Pantai Bajo Pulo. Pantainya yang bersih, pasir putih dan air laut yang jernih sangat menyejukkan mata, apalagi ketika mamandang biota laut nampak dari permukaan air yang bening. Jika belum puas, para biota laut yang beragam siap menyapa wisatawan di dalam air, segeralah snorkeling !
Pesisir Bajo Pulo
Selain pesona pasir putihnya, kokohnya deretan pegunungan karang akan menjadi pemandangan menarik yang bisa disaksikan. Terdapat juga sebuah telaga bernama Telaga Bidadari yang disebut masyarakat Bajo 'Telaga Ana Fari'. Telaga ini berupa gua dengan cekungan yang kering pada musim kemarau.

Menantikan terbit dan terbenamnya sang surya juga momen menarik yang ditunggu-tunggu wisatawan. Naik ke bukit dan melihat hamparan perbukitan berbatu yang dikelilingi lautan menampakkan pemandangan alam yang luar biasa. Tiupan angin sejuk mungkin bisa membuat wisatawan lupa jalan untuk kembali. Jadi, tertarik untuk berangkat ?

Tips Berwisata ke Bajo Pulo Sumbawa :
  1. Ketika sampai di bajo Pulo, laporlah pada ketua adat setempat. Anda bisa sekaligus meminta tolong untuk mencarikan rumah penduduk yang bisa ditempati jika ingin bermalam.
  2. Hormati adat istiadat masyarakat setempat.
  3. Bawalah pelindung dari sinar matahari karena saat siang cuaca begitu panas.
  4. Jika ingin ke Telaga Bidadari, mintalah diantar masyarakat setempat.
  5. Penerangan di Bajo Pulo hanya bergantung pada mesin genset yang dihidupkan hingga jam 23.00. Jika ingin bermalam, jangan lupa powerbank.

Cantiknya Bajo Pulo Sumbawa yang Tersembunyi

Pantai Lariti Bima. Menyebut nama pantai ini tentu masih tampak asing. Namun jika menyebut kisah Nabi Musa, pasti muncul gambaran laut yang terbelah dua. Ya... Pantai Lariti nyaris bisa dibilang seperti itu. Wisata pantai unik yang berada di Bima, Nusa Tenggara Barat ini sudah mengingatkan banyak orang tentang kisah Nabi Musa. Jika di Korea ada Pulau Jindo yang lautnya terbelah dua tahun sekali, maka di Indonesia ada Pantai Lariti yang lautnya terbelah setiap hari. Tentu sangat menarik mengenal serta mengunjungi tempat wisata di Pulau Sumbawa yang belum dikenal banyak orang ini.
Pantai Lariti
Pantai Lariti berada di Desa Soro, Kecamatan Lambu Sape, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Membutuhkan waktu sekitar satu jam perjalanan dari Kota Bima, melewati jalan berlekok di tengah perbukitan. Pantai Lariti akan tampak dari atas atas bukit yang menunjukkan terumbu karang yang membentang serta beberapa pulau kecil di sekitarnya.

Pasir putih kecoklatan di pesisir pantai serta pulau kecil didepannya akan menyapa sesampainya di wisata di Bima ini. Saling terhubung dengan pulau di depannya, laut Pantai Lariti tidak begitu dalam, bahkan terumbu karang yang menawan bisa dilihat dari permukaan air. Ketika air laut surut, jalan sepanjang 100 meter membentang hingga sampai di pulau di sebelahnya, Pulau Nisa Lampa Jaram. Laut yang seolah terbelah seperti kisah Nabi Musa ini bisa dilalui untuk ke Pulau Nisa Lampa Jaram. Pasang surut air laut mulai dari mata kaki hingga pinggang orang dewasa.

Selain sensasi laut terbelah, berjalan melalui karang - karang juga menimbulkan sensasi berjalan di atas air. Pulau Nisa Lampa Jaram pernah menjadi penggembalaan kuda-kuda milik Sultan Bima. Pulau Nisa Lamba Jaram berkarakteristik sama dengan keadaan bukit di Sumbawa, gersang dan tampak kering. Menikmati keindahan lautan dari Pulau Nisa Lampa Jaram juga sangat menarik karena dari sini akan tampak lautan luas membentang yang dibatasi perbukitan. Air laut surut sekitar pukul 05.00 - 07.00 dan 15.30 - 19.00, jadi menanti sunset  di Pulau Nisa Lamba Jaram perlu dicoba. 
Sunset Pantai Lariti
Fenomena laut terbelah yang terjadi setiap hari ini menarik wisatawan di sekitar Bima maupun penjuru Pulau Sumbawa. Fenomena ini tentu juga menarik bagi wisatawan dari penjuru daerah lain ketika berkunjung ke Bima. Sensasi kisah Nabi Nuh ini, apakah anda ingin mencoba ?. 

Uniknya Fenomena Laut Terbelah di Pantai Lariti Bima

Wisata Pantai di Bima - Nusa Tenggara Barat. Objek wisata di Indonesia sangatlah beragam. Kemanapun anda pergi traveling di suatu daerah, pasti ada beberapa lokasi yang keindahannya tidak diragukan lagi. Sebagian menjadi tempat wisata dan sebagian masih tersembunyi menanti sibakan para traveler. Berlayar ke Pulau Sumbawa, jangan pernah melupakan untuk mengunjungi Bima. Kota teluk ini menyimpan berbagai lokasi wisata menarik yang cocok untuk dijadikan destinasi liburan. 

Banyak wisata pantai di Bima yang tersebar di pesisir Pulau Sumbawa. Namun ada beberapa pantai yang sangat menarik untuk dikunjungi karena kepopuleran dan pesona alamnya yang lebih unggul dibanding pantai yang lain.

Berikut adalah 5 pantai di Bima yang wajib dikunjungi :
 

1. Pantai Kalaki

Pantai Kalaki berada di Desa Pantai, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima. Berada di sisi jalan lintas utama dari Pelabuhan Poto Nano - Dompu - Bima, sehingga sangat mudah dijangkau. Garis pantai yang panjang dan air yang cenderung tenang, banyak kegiatan yang bisa dilakukan seperti berenang, kano maupun hiburan laut yang lain. Pemandangan pegunungan yang menawan, lokasi yang mudah dijangkau dan aneka hiburan laut, menjadikan pantai ini cocok untuk berakhir pekan bersama keluarga.
Pantai Kalaki

2. Pantai Kolo

Beberapa orang mengatakan 'Jika tidak kenal Pantai Kolo, belum mengenal Kota Bima'. Layaknya kartu AS, Pantai Kolo seperti magnet yang menarik siapapun untuk mengunjunginya. Pantai Kolo berada di Kecamatan Asakota, Bima. Pesisir pantai berupa bebatuan kerikil menjadi keunikan Pantai Kolo dan hal itu tidak mengurangi pesona yang ditawarkannya. Perbukitan di pantai tenangnya serta sunset yang menawan akan memanjakan mata di Pantai Kolo yang disebut-sebut sebagai Pantai Phi Phi Thailand.
Pantai Kolo

3. Pantai So Dau

Pantai So Dau berada di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Lokasinya yang tersembunyi dan jauh dari pemukiman,Pantai So Dau belum populer dibanding pantai yang lain, pantai ini menyimpan pesona alam yang masih perawan. Garis pantai yang panjang, pasir putih yang halus, terumbu karang cantik di dalam laut bening akan membuat siapapun betah berlama-lama di pantai ini.
Pantai So Dou
 

4. Pantai Bajo Pulo 

Bajo Pulau adalah pulau kecil yang tidak jauh dari Pelabuhan Sape, Kabupaten Bima. Pantai Bajo Pulau terkenal dengan tebing karang menawan di pesisir pantainya. Bukit gersang berbatunya bersanding dengan air laut biru jernih yang menampilkan terumbu karang yang masih bagus. Pantai yang masih alami ini juga menyajikan pemandangan sunrise dan sunset yang mempesona.
Bajo Pulo
 

5. Pantai Lariti

Mendengar wisata di Bima ini seolah ingat kisah Nabi Musa yang membelah laut menjadi dua. Pantai Lariti berada di Desa Soro, Kecamatan Lambu Sape, Kabupaten Bima. Keunikan pantai ini berada pada keadaan lautnya yang saling menghubungkan dengan pulau persinggahan di depannya. Berjalan ke pulau seberang bisa dilakukan ketika air laut surut, yaitu pagi dan sore hari. 
Pantai Lariti

6. Pantai Tanjung Meriam

Pantai Tanjung Meriam berada di Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Pantai ini menawarkan pesona alam pantai yang luas dengan air laut yang bening. Air laut yang tenang membuat kegiatan snorkeling cocok dilakukan di Pantai Tanjung Meriam. Satu hal yang unik dari pantai ini adalah adanya bebatuan dengan ukuran yang sama, diperkirakan dari bebatuan candi. Waow !
Tanjung Meriam


7. Pantai Wane

Pantai Wane berada di Desa Tolotangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Pantai ini terkenal dengan ombaknya yang kuat serta pasir putih yang menawan. Udara yang sejuk, pemandangan bukit hijau yang menyegarkan dan deburan ombak yang keras, akan emmbuat liburan di Pantai Wane terasa sempurna.
Pantai Wane

Itu adalah 7 wisata pantai di Bima, Nusa Tenggara Barat. Pantai dengan karakteristik tenang pasti cocok untuk siapapun yang ingin relaksasi maupun refreshing. Ingin mencoba ? come on ! 

7 Pantai di Bima yang Wajib Dikunjungi

Wisata Pantai di Sumbawa. Apa yang dibenak anda ketika mendengar kata Sumbawa?, sebuah pulau dengan perbukitan gersang?, atau susu kuda liar?. Ya.. itu semua memang identik dengan Pulau Sumbawa. Namun, Pulau Sumbawa menyimpan pesona lain yang mungkin belum diketahui banyak orang. Sumbawa perlu bersyukur karena berada di letak geografis yang tepat sehingga mempunyai banyak pantai menarik dengan pesona yang tak kalah cantik dengan tetangga sebelah, Pulau Lombok. 

Meski kurang populer dan jarang dikunjungi wisatawan, ada beberapa pantai menarik yang layak dikunjungi ketika berada di Pulau Sumbawa. Berikut adalah pantai cantik di Pulau Sumbawa :

1. Pantai Poto Nano

Poto Nano dikenal sebagai pelabuhan Pulau Sumbawa sekaligus pelabuhan terindah di Indonesia. Kenapa?, itu karena panorama di pelabuhan ini sangat memikat mata. Perbukitan gersang dan pulau-pulau kecil akan menyapa begitu kapal tiba di Pelabuhan Poto Nano. Selain menjadi jantung tujuan wisata ke pulau-pulau di sekitarnya, pantai di Pelabuhan Poto Nano tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pantai bening dengan pasir putih bersih di sisi pelabuhan terindah di Indonesia ini, bisa dinikmati sebelum memulai petualangan menjelajahi Pulau Sumbawa. 
pantai poto nano
Pantai Poto Nano
  

2. Pantai Poto Batu 

Pantai Poto Batu berada di Jereweh, Kabupaten Sumbawa. Berbeda dengan Poto Nano, Pantai Poto Batu dikenal karena ada bangunan karang yang unik di lautnya. Batu karang besar tersebut berlubang menyerupai gua dan menembus sisi yang lain. Jika air laut surut, menyepi atau sekedar bertapa di dalam gau karang juga bsia dicoba. Ombak yang kuat, suana yang jauh dari keramaian akan membuat siapapun betah berlama-lama menikmati pantai unik ini.
pantai poto batu
Pantai Poto Batu

3. Pantai Maluk

Wisata Pantai Maluk berada di Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat. Pantai luas yang sejatinya sebuah teluk ini merupakan salah satu tempat selancar terbaik di Indonesia. Ombak Pantai Maluk yang dijuluki super suck sudah terkenal di berbagai penjuru dunia. tak heran kejuaraan selancar tingkat Internasional banyak digelar di Pantai Maluk. Pantai yang sangat populer ini menyajikan bentangan air berwarna biru dan hijau tosca dengan si super suck yang mengalun indah. Terbayang bagaimana rasanya ngadem menanti sunset di teluk indah ini.
pantai maluk
Pantai Maluk

4. Pantai Rantung

Pantai Rantung berjarak sekitar 12 kilometer dari Pantai Maluk. Pantai Rantung masih sangat sepi dan alami. Meski berbeda dengan Pantai Maluk dari segi pariwisata, ada kesamaan diantara kedua pantai tersebut yaitu dari segi selancar. Ombak di Pantai Rantung sangat cocok untuk olahraga selancar meski tetap tampak sepi. Bagi yang suka selancar yang jauh dari keraiaman, Pantai Rantung adalah destinasi yang tepat. Berselancar dan bermain-mainlah sepuasnya di pantai pribadi ini.
pantai rantung
Pantai Rantung

5. Pantai Sekongkang 

Pantai Sekongkang berjarak 3 kilometer dari Pantai Rantung, tak heran karakteristik kedua pantai ini sama yaitu masih sangat alami, sepi serta ombak yang aduhai. Meski letaknya tersembunyi di sudut barat daya Sumbawa, Pantai Sekongkang tidak luput dari turis mancanegara penggemar olahraga surfing. Jika ada super suck di Pantai Maluk, maka 'Ombak Yoyo' adalah penghuni Pantai Sekongkang yang juga dipakai sebagai lokasi kejuaraan selancar Internasional. Ingin mencoba si 'ombak yoyo'?.
pantai sekongkang
Pantai Sekongkang
 
Itulah lima pantai cantik di Sumbawa yang bisa menjadi alterntif liburan maupun berselancar. Bila merindukan suasana pantai yang eksotis, cobalah Pulau Sumbawa. Bersebelahan dengan pulau-pulau eksotis seperti Lombok dan Flores, keindahan pantai-pantai di Pulau Sumbawa pastinya berbeda.

Menyusuri 5 Pantai Cantik di Pesisir Sumbawa